Jumat, 10 Agustus 2018

“ORGANISASI KELOMPOK TANI SEBAGAI MODAL SOSIAL MENUJU KEMAKMURAN DESA BURNEH”



      





      Desa Burneh yang belokasi di pinggiran kota Bangkalan masih memiliki lahan pertanian yang luas, sebagian dari masyarakat selain bermata pencaharian sebagai Aparatur Sipil Negara terdapat juga masyarakat yang menekuni profesi sebagai petani. Dengan sumber daya alam yang dimiliki tidak dipungkiri desa Burneh tergolong sebagai desa maju.
            Pengelolaan lahan pertanian yang bagus dengan sistem yang terstruktur menjadikan bidang pertanian menjadi salah satu sumberdaya yang dapat diandalkan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya sekitar 5 kelompok tani yang terbentuk di Desa Burneh. Adanya kelompok tani tersebut mempermudah masyarakat dalam mengelola lahan pertanian yang dimiliki Desa Burneh. Adanya kelompok tani dapat menjembatani para petani dalam bermusyawarah dalam mengelola lahan pertanian seperti menentukan musim tana dan panen, mengelola ditribusi bibit, pupuk dan perlengkapan lainnya.
            Salah satu ketua kelompok tani mengatakan kepada anggota KKN dari Universitas Trunojoyo Madura bahwasanya ia sering di delegasikan sebagai perwakilan petani baik oleh desa maupun kecamatan untuk sharing-hearing tentang pertanian ke daerah-daerah lain seperti malang, nganjuk, bahkan hingga keluar jawa. Dengan system yang demikian tertata sehingga mampu menjadikan bidang pertanian di Desa Burneh mengalami perkembangan.
            Pada intinya adanya kelompok tani di desa Burneh sangat bermanfaat baik bagi anggota kelompok tani, masyarakat Burneh secara luas, dan juga pemerintah desa Burneh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nikmatnya Opor Bebek dari Desa Burneh....

Pulau madura memang menyimpan berbagai macam kuliner olahan bebek . Hingga tak terhitung jumlahnya , kita pasti tidak asing lagi y...