Jumat, 10 Agustus 2018

Menggali Potensi Kuliner Berbahan Dasar Emping Melinjo Di Desa Burneh Kecamatan Burneh





Desa Burneh memiliki lokasi yang sangat strategis untuk digunakan sebagai tempat berwirausaha dikarenakan letaknya yang berdekatan dengan jalan raya yang mengubungkan dari kota Bangkalan menuju kota-kota selanjutnya seperti Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Dibalik masyarakatnya yang sudah terbilang modern ini masih ada beberapa home industry yang memproduksi emping berbahan dasar melinjo. Jika bertahun-tahun yang lalu masih banyak terdapat pohon melinjo di kawasan Desa Burneh mengimbangi pula dengan masih banyaknya para pembuat emping melinjo. Namun, pada tahun-tahun ini sudah sedikit sekali para pembuat emping melinjo diarenakan banyaknya generasi muda yang telah memilih untuk berprofesi sebagai karyawan daripada pembuat emping melinjo. Karena hal ini pula yang membuat warga tidak ingin menanam hingga menebang pohon melinjo yang dulunya telah membantu perekonomian warga disana. Jika ada pohon melinjo disanapun jumlahnya sangat sedikit dan usia pohon sudah sangat tua hingga tidak dapat menghasilkan buah melinjo yang banyak lagi. Menyikapi hal ini warga yang masih melestarikan pembuatan emping melinjo ini memilikih untuk membeli melinjo dari wilayah yang lain dengan harga sekitar Rp. 250.000; per bak.
Pengolahannya pun dibilang cukup sederhana dan sangat cepat, mulai dari proses mengupas biji melinjo kemudian disangrai dan dipisahkan dengan kulitnya setelah itu ditumbuk dan dijemur hingga menjadi emping kering yang siap digoreng dan dinikmati oleh para konsumen. Melinjo yang dibuat juga bisa sesuai pesanan, ada yang di jual dalam ukuran kecil atau besar hingga diberikan bumbu pedas manis untuk menambah cita rasa dari emping melinjo ini sendiri. Dalam hal ini kita akan bantu mengenalkan potensi daerah terutama dusun Manggisan Desa Burneh  agar banyak yang mengenal bahwa desa ini mampu menjadi pengasil emping melinjo yang berkualitas.
Pada salah satu narasumber yang telah kita mintai keterangan. Beliau menjelaskan bahwa pembuatan emping melinjo ini dilakukan secara turun-temurun dan beliau lakukan sedari kecil. Hingga tidak dapat diragukan lagi tentang kualitas serta para pelanggan-pelanggan setia beliau. Sehari beliau bisa memproduksi sekitar 5kg melinjo dan hebatnya hal ini tidak dijual kepada pengepul melainkan langsung ke konsumennya.


Kami berusaha mengembangkan inovasi yang bisa dilakukan menggunakan bahan dasar emping melinjo yakni “Brownis Melinjo”. Emping melinjo yang kita anggap selama ini memiliki rasa yang agak getir akan kami olah menjadi jajanan manis dan modern. Cara pengolahannya juga dirasa sangat mudah yakni kita akan menumbuk emping melinjo yang sudah di goreng kemudian bubuk emping melinjo tersebut akan dicampurkan dengan adonan brownis yang terdiri dari (tepung brownis, telur, mentega, dan coklat0setelah semua adonan tercampurkan maka akan dilakukan proses pengukusan kemudian brownis siap untuk di platting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nikmatnya Opor Bebek dari Desa Burneh....

Pulau madura memang menyimpan berbagai macam kuliner olahan bebek . Hingga tak terhitung jumlahnya , kita pasti tidak asing lagi y...